HTI-Press. Khilafah! Khilafah! Khilafah! Gemuruh suara lantang ribuan ibu majelis taklim seakan hendak meruntuhkan dinding-dinding kaca Jatim International Expo Surabaya. Gemuruh yang menggambarkan kerinduan, dukungan dan tekad untuk menegakkan Khilafah. Berbagai spanduk yang dipasang oleh kafilah yang datang dari berbagai kota makin mempertegas sikap yang ingin ditunjukkan oleh ibu-ibu majelis taklim pagi itu. Semuanya bertuliskan dukungan dan keinginan ditegakkannya Khilafah. Itulah gambaran suasana Muktamar Majelis Taklim untuk Syariah dan Khilafah pada, Ahad 28 Desember 2008 lalu.

Muktamar tersebut diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Jawa Timur dan dihadiri sekitar sepuluh ribu massa dari seluruh Jawa Timur. Massa tersebut merupakan anggota Majelis Taklim Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MT MHTI) di Jawa Timur–yaitu majelis taklim yang diadakan oleh MHTI–dan para anggota majelis taklim atau pengajian yang dibina oleh MHTI. Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Malang, Lawang, Pasuruan, Probolinggo, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Pare, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Ngawi, Madiun, Lumajang, Bondowoso, Jember, Banyuwangi dan seluruh kabupaten di Madura. Hampir di setiap kota, jumlahnya lebih dari satu. Muktamar Majelis Taklim tersebut mengusung tema “Bulatkan Tekad Tinggalkan Kapitalisme Tegakkan Syariah dan Khilafah Menuju Indonesia Besar, Kuat dan Terdepan”.












HTI-Press. Pada hari Kamis, 29/10/08, Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai (masirah) menyerukan kepada pemerintah dengan segenap jajarannya, aparat kepolisian, anggota legislatif, tokoh masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia untuk menyatakan perang dan mem-BERSIHKAN INDONESIA DARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI. Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPR Senayan Jakarta tersebut dihadiri oleh massa baik laki-laki, perempuan, kalangan tua maupun muda. Sebelumya, massa berjalan kaki dari kantor pusat TVRI di Taman Ria Senayan menuju Gedung DPR. Mereka membentangkan spanduk, “Bersihkan Indonesia dari Pornografi-Pornoaksi dengan Syariah dan Khilafah”, di samping membawa poster dan juga meninggikan bendera Rasulullah Saw.
































Ribuan delegasi dari berbagai daerah di Inggris menghadiri Konferensi nasional Hizbut Tahrir Inggris (Hizbut Tahrir Britain) “Khilafah: Kebutuhan untuk Kesatuan Politik”, Sabtu (16/08). Konferensi ini merupakan bagian dari aktivitas global mengikuti berbagai kegiatan serupa di Palestina, Iraq, Indonesia, Libanon, Bangladesh, Ukraina, Mombasa, Australia, Pakistan dan Yaman.















